Tourism and Hospitality

Thursday, February 6, 2014



Hello guys, how are you ? hopefully everythings is good 
Now i’ll share about my majority in my collage, this is “Tourism and Hospitality”. This majority in Administration Faculty Brawijaya University Malang, East Java Indonesia. Maybe everybody know that my majority is no prospect in the future, but it is false. In my majority, you are can study about everything, such as : bussines, mathematic, science, geograpic, law, etc hihi. Yea my majority look enjoy, but it has a challenge. If you just enjoy the show, maybe your friend will leave you alone, and its really sad ( I’m never feel this before) hihi. The excited from my majority is when we all have a holiday :D who is dont excited when get holiday ? everyone must be excited. In our holiday, usually we get a task, but no hard task, just go to the tourism object and observe about the object, it is really easy for our, and it is called “Fieldtrip”. Not just it, we can make a friends with new people, new strangers, and have a link. So, we can make communication before when we want to visit this destination. Ohh maybe just it, but i’ll share our picture when we have a activity in my majority, and you can see my limited picture hihi.

 this picture when we have the first fieldtrip in Ngembal Village Pasuruan East Java Indonesia
in there we study about the plants, and accompanied by Mas Badrus as a guide



this is my team in the second fieldtrip in "Wana Wisata Padusan" Mojokerto East Java Indonesia
we observe about social, economic, government and we took conclude about the destination, it is sustainable or not 

this picture is when our event "Brawijaya Culture Food Festival" held in FIA
this is first event in my majority, and this event really cool for people who like culinary, not just it you can see many culture in there

this is we are in Sun City Hotel Sidoarjo East Java Indonesia
this event we just eat any characteristic food from all city in East Java Indonesia, and it's FREE :D

this picture in Gubukklakah Malang East Java Indonesia
in there we met important people who hold tourism in Indonesia

and this is me and my boyfriend in Surabaya East Java Indonesia
we are having holiday without our friends like before


   I think enough for my picture, maybe i'll share the next experience and more complete. in here just a half from my experience with my majority. maybe it can make people to join with me in my majority hihi. and other experience in my majority is i found my boyfriend, he is my classmate hihi. OK guys, maybe just it but don't worry I'll be back with other experience, see you in my new post :)


Analisis SWOT

Monday, July 1, 2013

Analisis Metode SWOT Pantai Ngantep Malang Selatan

STRENGTH
WEAKNESS
1.      Gulungan ombak besar yang cocok untuk surfing.
2.      Tidak adanya karang sehingga aman untuk surfing.
3.      Ada dua sisi pantai dimana sisi pertama ramai pengunjung, sisi kedua sepi pengunjung.
4.      Terdapat objek lain selain pantai.
1.      Akses yang sulit untuk menuju kawasan pantai Ngantep.
2.      Kurangnya akomodasi.
3.      Kurangnya promosi destinasi wisata ini.
4.      Tidak adanya Tour Guide
5.      Kurangnya pengelolaan dari pemerintah.
OPPORTUNITY
THREAT
1.      Pertumbuhan pola hidup baru dari sector terdidik.
2.      Meningkatkan sector industri di destinasi ini.
3.      Dibentuknya kelompok Tour Giude untuk mempermudah para wisatawan yang datang.
4.      Dibukanya jenis usaha baru.
1.      Banyaknya destinasi lain yang lebih menarik.
2.      Adanya nilai investasi cukup tinggi.
3.      Penyalah gunaan lahan sehingga dapat menyebabkan kerusakan lingkungan.
4.      Kurang sadarnya masyarakat sekitar dengan adanya kegiatan pariwisata ini.





STRATEGI STRENGTH - OPPPRTUNITY
1.      Adanya gulungan ombak besar dan tidak adanya karang sehingga aman digunakan untuk surfing merupakan peluang untuk meningkatkan sector industry di destinasi ini serta peluang uuntuk dibentuknya sebuah kelompok Tour Guide untuk mempermudah para wisatawan yang datang ke destinasi ini. (S1,2;O2,3)
2.      Adanya dua sisi pantai dimana sisi pertama ramai pengunjung, sisi kedua sepi pengunjung yang mempunyai perbedaan viewing serta terdapatnya objek lain selain pantai ini merupakan peluang berupa perubahan pola hidup baru dari masyarakat sekitar atau para sector terdidik, dan juga peluang untuk dibukanya jenis usaha baru. (S3,4;O1,4)
STRATEGI STRENGTH - THREAT

1.      Adanya gulungan ombak besar dan tidak adanya karang sehingga aman digunakan untuk surfing ini sedikit mengurangi ancaman dari banyaknya destinasi lain yang kesannya lebih menarik dari destinasi ini serta mengurangi jumlah masyarakat sekitar yang kurang sadar wisata akan kegiatan pariwisata ini. (S1,2;T1,4)
2.      Adanya dua sisi pantai dimana sisi pertama ramai pengunjung, sisi kedua sepi pengunjung yang mempunyai perbedaan viewing serta terdapatnya objek lain selain pantai ini juga dapat mengurangi ancaman adanya nilai investasi cukup tinggi untuk para investor yang akan mengivestasikan sahamnya serta penyalahgunaan lahan oleh masyarakat yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. (S3,4;T2,3)



STRATEGI WEAKNESS - OPPORTUNITY
1.      Meningkatkan akomodasi serta promosi destinasi wisata ini untuk menangkap peluang peningkatan atau pertumbuhan sector industry baru serta dibukanya jenis usaha baru. (W2,3;O2,4)
2.      Memperbaiki akses yang sulit untuk menuju kawasan Pantai Ngantep yang merupakan kurangnya pengelolaan dari pemerintah serta peningkatan pertumbuhan Tour Guide ini untuk menangkap peluang berupa perubahan pola hidup baru dari masyarakat sekitar atau para sector terdidik serta dibentuknya kelompok Tour Guide untuk mempermudah wisatawan yang datang. (W1,4,5;O1,3)

STRATEGI WEAKNESS – THREAT
1.      Memperbaiki akses yang sulit untuk menuju kawasan Pantai Ngantep serta meningkatkan pengelolaan dari pemerintah untuk memperkecil ancaman dari banyaknya destinasi lain yang lebih menarik dan penyalahgunaan lahan yang dapat merusak lingkungan sekitar. (W1,5;T1,3)
2.      Meningkatkan akomodasi, promosi wisata ini, serta pertumbuhan Tour Guide untuk mengurangi ancaman nilai investasi cukup tinggi dan memperkecil ancaman dari masyarakat sekitar yang kurang sadar akan kegiatan pariwisata ini. (W2,3,4;T2,4)


penelitian Pantai Ngantep Malang Selatan

Tuesday, June 4, 2013

Pantai Ngantep
Pantai Ngantep terletak di desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang (sebelah timur Pantai Bajul Mati) ini masih berada dibawah kelola Perhutani Malang. Meski baru dibuka setahun yang lalu, fasilitas (Gambar 3.1) yang dibutuhkan untuk wisatawan di pantai ini sudah cukup tersedia.
Selain faslitas yang sudah cukup tersedia, Pantai Ngantep juga mempunyai potensi alam seperti gulungan ombak besar (Gambar 3.2) yang tak kalah seru dengan gulungan ombak yang ada di Kuta Bali atau Plengkung Banyuwangi. Pantai Ngantep adalah pantai yang cocok dan aman untuk melakukan kegiatan berselancar. Di sepanjang pantai yang luas ini jarang ditemui batu karang dan jarak 10 meter dari bibir pantai airnya masih cukup dangkal sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan terjadinya hal – hal yag tidak di inginkan.
Di Ngantep ada dua jenis pantai, pantai pertama (Gambar 3.3) adalah pantai yang luas dan biasanya lebih ramai di kujungi wisatawan. Pantai kedua (Gambar 3.4)  berada di sebelah barat dan lebih sepi dan eksotis. Selain pantai di Ngantep juga terdapat tempat wisata religi Gunung Batok. Bukit yang di atasnya terdapat makam leluhur (Gambar 3.5). Di bawah bukit ini terdapat gua kecil yang bernama Goa Batok (Gambar 3.6). Biasanya gunung dan goa ini digunakan pengunjung sebagai tempat bertapa atau menyepi.

3.2 Potensi Pantai Ngantep bagi Masyarakat Sekitar
Pantai Ngantep (Gambar 3.7) adalah pantai yang terletak di desa Tumpakrejo Kecamatan Gedangan Kabupaten Malang yang biasa terkenal berada di Malang Selatan. Di pantai ini terdapat banyak potensi – potensi alam yang berpeluang bisnis bagi pengusaha maupun masyarakat sekitar. Selain berpeluang bisnis, adanya pengembangan atau pengelolaan pantai Ngantep ini dapat menyebabkan masyarakat sekitar menjadi sadar wisata akan hal yang ada disekitarnya.
Sadar wisata itu sendiri yang dimaksud adalah dengan banyakanya masyarakat sekitar yang membuka toko kecil atau warung – warung di depan rumah masing – masing untuk mempermudah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Ngantep. Hal ini berpotensi bagi masyarakat untuk mendapatkan keuntugan dari hasil yang mereka jual di depan rumah mereka masing masing.
Potensi lainnya yang dapat digali bagi masyarakat sekitar adalah dengan cara memberi arahan kepada seluruh masyarakat sekitar untuk mengembangkan kekreatifan mereka dalam bentuk kerajinan sehingga dapat dijual di pasar sebagai buah tangan atau souvenir. Ini juga dapat menghasilkan keuntungan bagi masyarakat pengrajin maupun menambah devisa desa setempat. Dan potensi yang mendukung investor atau pengusaha adalah dapat membangun sebuah lapangan kerja yang dapat mengadopsi masyarakat sekitar untuk terlibat di dalamnya seperti membangun hotel, restaurant, ataupun pabrik kerajinan tangan hasil penduduk setempat. Potensi – potensi yang ada di Pantai Ngantep ini dapat di manfaatkan oleh masyarakat sekitar maupun investor atau pengusaha yang mau menghasilkan keuntungan dari peluang bisnis yang ada di Pantai Ngantep ini.

3.3 Penghambat Perkembangan Potensi Wisata di Pantai Ngantep
Dalam perkembangan pasti ada sebuah penghambat atau kendala yang dihadapi, sehingga dapat terjadinya sebuah inovasi atau kekreatifan yang dihasilkan. Di Pantai Ngantep sendiri terdapat beberapa penghambat yang mempengaruhi perkembangan potensi wisata. Penghambat ini sendiri berasal dari pemerintah yang kurang berkesinambungan dalam mengembangkan daerah wisata ini.
Selain itu masyarakat sekitar juga belum seluruhnya sadar wisata akan potensi yang dapat dimanfaatkan dari Pantai Ngantep sendiri. Ini adalah satu penghambat terbesar dalam mengembangkan sebuah peuang bisnis di pantai Ngantep. Sebab masyarakat yang kurang akan sadar wisata tidak dapat menghasilkan suatu keuntungan bagi masyarakat itu sendiri maupun menambah devisa desa penduduk setempat.
Penghambat lain adalah kurangnya strategi pemasaran daerah wisata pantai Ngantep. Dikarenakan kurangnya aksesbilitas yang mendukung para wisatawan ataupun calon pengusaha untuk berpeluang bisnis di pantai Ngantep. Akses yang menghambat perkembangan potensi di pantai Ngantep ini adalah jalan untuk menuju ke pantai Ngantep kurang baik atau dalam arti kurangnya peran pemerintah untuk membangun atau memperbaiki jalanan (Gambar 3.8) yang merupakan salah satu sarana atau prasarana pantai Ngantep.

Tidak adanya jalur transportasi umum sehingga para wisatawan akan sulit untuk menemukan dimana letak pantai Ngantep. Meskipun menggunakan transportasi pribadi ini juga akan sedikit sulit karena jalanan yang kurang mendukung sehingga wisatawan yang ingin berkunjungpun menjadi kelelahan dan malas untuk melanjutkan perjalanan menuju pantai Ngantep. Selain itu juga kurangnya sarana untuk pengisian bahan bakar, sehingga wisatawan jadi sedikit ragu untuk menuju daerah pantai Ngantep. Dari beberapa penghambat – penghambat perkembangan potensi wisata Pantai Ngantep ini  yang saya sebutkan merupakan hal yang perlu dibenahi supaya potensi – potensi yang dapat menjadi peluang bisnis di Pantai Ngantep dapat berjalan dengan baik.

4.1 Kesimpulan
Pantai Ngantep adalah pantai yang berada di Malang Selatan yang belum terkelola daerah wisatanya. Pantai Ngantep merupakan salah satu pantai yang berpeluang bisnis baik bagi pengusaha maupun masyarakat yang ada di sekitarnya. Selain pantai, di Ngantep ini juga terdapat tempat religi yang dapat dijadikan  sebuah atraksi budaya umat hindu yang menjalakan upacara disana. Meskipun pantai Ngantep adalah pantai yang belum terkenal di kalangan masyarakat Indonesia, pantai Ngantep ini salah satu pantai di Malang Selatan yang dapat menghasilkan keuntungan besar bagi masyarakat sekitar maupun pengusaha yang mengelolanya. Dikarenakan potensi alam yang cukup mendukung dan daerahnya yang eksotis.

4.2 Saran
Adapun saran yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan atau mengelola Pantai Ngantep Malang Selatan adalah :
1.      Perlu adanya perbaikan jalanan untuk menuju Pantai Ngantep untuk mempermudah aksesbilitas.
2.      Adanya sebuah kelompok masyarakat untuk membentuk karakter masyarakat sadar wisata.
Mungkin ini saran yang dapat saya sampaikan, semoga dapat menjadi bahan acuan atau pertimbangan dan dapat bermanfaat bagi pembaca maupun masyarakat yang berada di sekitar Pantai Ngantep Malang Selatan.

Cara Membuat Sabun

Wednesday, March 6, 2013



hai guys, semoga hasil laporan praktek kimia terapan saya ini bermanfaat yah bagi kalian :)

Membuat sabun mandi sendiri ternyata lebih asik dan jauh lebih bermanfaat daripada membeli sabun mandi di pasaran, sebab dengan membuat sabun sendiri, kita tahu apa saja kandungan yang ada dalam sabun tersebut.
Bahan – bahan yang dibutuhkan :
1.      Minyak atau Lemak, hampir semua minyak/lemak alami bisa dibuat menjadi sabun. Misalnya Minyak Kelapa, Minyak sawit, Minyak Zaitun
2.      NaOH/KOH, untuk mengubah minyak/lemak menjadi sabun. Bisa beli di toko bahan kimia, ambil yang teknis saja.
3.      Air, sebagai katalis/pelarut. Pilih air sulingan atau air minum kemasan. Air dari pam tidak bagus, banyak mengandung mineral
4.      Essential dan Fragrance Oils , Sebagai pengharum. Beli di toko bahan kimia atau
lainnya.
5.      Pewarna ,Untuk mewarnai sabun. Bisa juga memakai pewarna makanan.
6.       Zat Aditif, Rempah, herbal, talk, tepung kanji/maizena dapat ditambahkan pada saat “trace”.

Alat-alat yang dibutuhkan :
1.       Sebuah masker sederhana - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
2.       Kacamata - Dipakai selama pembuatan larutan NaOH / KOH saja.
3.      Sepasang sarung tangan karet - Dipakai selama pembuatan sabun.
4.       Botol plastik - Untuk wadah air.
5.      Timbangan dapur (dengan skala terkecil 1 atau 5 gram).
6.      Kantong plastik kecil - Untuk menimbang NaOH/KOH.
7.      Sendok stainless steel atau plastik-polipropilen - Untuk menuangkan NaOH / KOH dan mengaduknya.
8.       Wadah dari gelas atau plastik-polipropilene - Untuk tempat larutan NaOH/KOH dengan air.
9.      Wadah dari plastik - Untuk menimbang serta tempat air dan minyak.
10.  Kain - Untuk menutup cetakan setelah diisi sabun.
11.  Plastik tipis - Untuk melapisi cetakan.
12.   Cetakan.
13.  Blender dengan tutupnya.
14.  Kain - Untuk menutup blender.
Cara pembuatan :
1.      Siapkan cetakan. Cetakan bisa apa saja. Bisa loyang yang diminyaki, baki plastik yang dialasi plastik tipis atau pipa PVC yang diminyaki. Siapkan cetakan yang cukup untuk menampung semua hasil pembuatan sabun.
Cetakan: Untuk cetakan anda bisa menggunakan kayu atau karton yang dilapisi plastic tipis, bahkan pipa PVC bisa dipakai. Jika menggunakan pipa PVC tutup bagian bawah dengan plastik yang diikat dengan karet gelang, semprotkan minyak ke dalamnya, tuangkan hasil sabun. Setelah mengeras buka tutupnya, dorong lalu potong akan menghasilkan sabun yang bulat.

 (dua) Resep Sabun Cair :
Resep#1 - sabun cair
340 g Minyak Sawit
170 g Minyak Kelapa
50 g Minyak Zaitun
122 g KOH – Kalium hidroksida + 250 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)

Recipe#2 - sabun cair
340 g Soybean Oil
80 g Coconut Oil
60 g Palm Oil
60 g Corn Oil
109 g KOH - Kalium hidroksida + 230 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)


(dua) Resep Sabun Padat :
Resep#1 - sabun padat
235 g Minyak Zaitun
150 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Sawit
74 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)

Resep#2 - sabun padat
250 g Minyak Sawit
140 g Minyak Kelapa
100 g Minyak Jagung
75.5 g NaOH – Natrium hidroksida + 210 g Air
10 cc fragrance + pewarna
(Proses Pada Suhu ruangan)

2.      Timbang air dan NaOH / KOH, sesuai dengan Resep. Larutkan NaOH / KOH ke dalam air sejuk / dingin (Jangan menggunakan wadah aluminium. Gunakan stainless steel, gelas pyrex atau plastik-poliproplen). Jangan menuangkan air ke NaOH / KOH. Tuangkan NaOH / KOH ke dalam air sedikit demi sedikit. Aduk higga larut. Pertama-tama larutan akan panas dan berwarna keputihan. Setelah larut semuanya, simpan di tempat aman untuk didinginkan sampai suhu ruangan. Akan didapatkan larutan yang jernih.
3.       Timbang minyak (Minyak Kelapa, Minyak Sawit, Minyak Zaitun, Minyak Jagung, Minyak Kedelai...) sesuai dengan Resep.
4.       Tuangkan minyak yang sudah ditimbang ke dalam blender.www.rayakudus.indonetwork.co.id
5.       Hati hati tuangkan larutan NaOH / KOH ke dalam minyak.
6.       Pasang cover blender, taruh kain di atas cover tadi untuk menghindari cipratan dan proses pada putaran terendah. Hindari jangan sampai menciprat ke muka atau badan anda.Hentikan blender dan periksa sabun untuk melihat tahap “trace”. “Trace” adalah kondisi dimana sabun sudah terbentuk dan merupakan akhir dari proses pengadukan. Tandanya adalah ketika campuran sabun mulai mengental. Apabila disentuh dengan sendok, maka beberapa detik bekas sendok tadi masih membekas, itulah mengapa dinamakan “trace”.
7.      Pada saat “trace” tadi anda bisa menambahkan pengharum, pewarna atau aditif. Aduk beberapa detik kemudian hentikan putaran blender.
8.      Tuang hasil sabun ini ke dalam cetakan. Tutup dengan kain untuk insulasi. Simpan sabun dalam cetakan tadi selama satu hingga dua hari. Kemudian keluarkan dari cetakan, potong sesuai selera. Simpan sekurang-kurangnya 3 minggu sebelum dipakai.